Welcome to Staf Perencanaan Satuan I Gegana, Jalan Komjen M Jasin Kelapadua Depok 16451 Contact (021) 8712666 Email rengegana@gmail.com

Wednesday, 15 June 2016

Kisah Inspiratif Ramadhan 3

“Ada seorang pemuda yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ia berkata: 

“Wahai Rasulullah, izinkanlah aku berzina!”

Maka para shahabat pun menghampirinya dan memperingatinya : “Diam kamu! Jangan bicara seperti itu!”
Kemudian Nabi berkata: “Dekatkan dia padaku”. Pemuda itupun mendekat kepada Nabi, kemudian duduk di dekat beliau.

Kemudian Nabi bertanya kepada pemuda tersebut : “Apakah engkau suka kalau ibumu berzina?”
Pemuda itu menjawab : “Demi Allah tidak! Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu”
Nabi pun menjawab : “Demikian juga orang lain. Mereka tidak mau kalau ibu mereka berzina”

Kemudian Nabi bertanya lagi : “Apakah engkau suka kalau putrimu berzina?”
Dia menjawab : “Demi Allah tidak ya Rasulullah! Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu”
Nabi pun menjawab : “Demikian juga orang lain. Mereka tidak mau kalau anak perempuan mereka berzina”

Kemudian Nabi bertanya lagi : “Apakah engkau suka kalau saudari perempuanmu berzina?”
Dia menjawab : “Demi Allah tidak! Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu”
Nabi pun menjawab : “Demikian juga orang lain. Mereka tidak mau kalau saudari perempuan mereka berzina”

Kemudian Nabi bertanya lagi : “Apakah engkau suka kalau saudara perempuan ayahmu berzina?”
Dia menjawab: “Demi Allah tidak! Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu”
Nabi pun menjawab: “Demikian juga orang lain. Mereka tidak mau kalau saudara perempuan ayah mereka berzina”

Kemudian Nabi bertanya lagi : “Apakah engkau suka kalau saudara perempuan ibumu berzina?”
Dia menjawab: “Demi Allah tidak! Semoga Allah menjadikan aku sebagai tebusanmu”
Nabi pun menjawab: “Demikian juga orang lain. Mereka tidak mau kalau saudara perempuan ibu mereka berzina”

Kemudian Nabi meletakkan tangan beliau kepada si pemuda itu seraya mendo’akannya :
“Ya Allah, ampunilah dosanya, sucikanlah hatinya, dan jagalah kemaluannya”
Setelah itupun si pemuda sama sekali tidak punya keinginan lagi untuk berzina. (HR. Ahmad dinyatakan shahih oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth)

Tuesday, 14 June 2016

Kisah Inspiratif Ramadhan 2

Suatu hari ketika Rasul duduk-duduk bersama dengan para sahabat untuk menunggu waktu sholat di masjid. Terlontar kalimat yang membuat sahabat penasaran,

”Sebentar lagi akan datang salah seorang penghuni surga.”

Sebagian sahabat mengarahkan matanya ke arah pintu masjid. Siapa gerangan yang dimaksud oleh Rasulullah SAW ? Maka dari pintu masjid datanglah seorang arab baduwi menuju ruang utama masjid dan ikut berjamaah dengan para sahabat. Keesokan harinya Rasul juga mengatakan hal yang sama, ”Sebentar lagi akan datang salah seorang penghuni surga.” 
Maka para sahabat semakin penasaran siapa yang dimaksud oleh Rasul. Setelah itu datanglah orang arab baduwi seperti kemarin. Keesokan harinya Rasul pula mengatakan hal yang sama seperti kemarin, ”Sebentar lagi akan datang salah seorang penghuni surga.” 
Semakin membuat para sahabat penasaran dan siapa orang yang dimaksud oleh Rasul itu. Kemudian tidak sebeberapa lama datanglah orang yang sama yaitu seorang arab baduwi seperti kemarin. Setelah sholat berjamaah selesai, ada salah satu sahabat yang ingin belajar dan bermalam di rumah si baduwi itu. Ingin mengetahui secara langsung dan jelas. Amalan apa yang dilakukannya sehingga menjadikan Rasul mengabarkan sampai tiga kali dia termasuk salah satu penghuni surga.

”Wahai fulan ! bolehkah saya menginap barang semalam di rumah engkau karena saya lagi ada masalah dengan keluarga saya.” tanya seorang sahabat yang telah menemui si Baduwi. ” Oh, Silahkan! tapi rumah saya sederhana sekali.Mari ke rumah saya.” jawab si Baduwi. ” Terima kasih. Saya ingin berkenalan dan silaturrahim dengan Anda.” Selama semalam sahabat tadi disambut dengan ramah tamah dan penuh kekeluargaan oleh keluarga Si Baduwi tadi. 
Dia bertanya dan mengamati seharian amalan apa saja yang dilakukan oleh Si Baduwi kok sampai-sampai Rasul mengabarkan kepada para sahabat, dia adalah salah satu penghuni surga. Menurut pengamatan dan kesimpulan sahabat tadi selama sehari semalam tidak ada yang istemewa seperti kebanyakan kaum muslimin lainnya tidak lebih dan tidak kurang dengan kebanyakan orang. 
Kemudian sahabat tadi berpamitan, ”Mohon Maaf fulan, sebelum saya berpamitan. Sebenarnya kami tidak ada masalah dengan keluarga. Tapi karena saya kepingin sekali belajar sama Anda tentang sesuatu hal yang menjadikan selama tiga kali Rasul mengabarkan secara langsung bahwa Anda termasuk salah satu ahli surga.” kata si sahabat. 
Dengan terkejut dan wajahnya menjadi agak pucat si Baduwi mengatakan,” Amalan apa ya? Seperti yang tuan lihat dan perhatikan selama sehari semalam tidak lebih dan tidak kurang sebagaimana adanya yang tuan lihat. Apa benar Rasul mengabarkan demikian ya tuan? Alhamdulillah Ya Allah.” jawab Si Baduwi sambil bergetar tubuhnya. ” Oke. Terima kasih ya Fulan, Anda telah memberi kesempatan saya untuk menginap dan belajar sama Anda. Sekarang saya mohon diri. Terima kasih ya.”

Belum jauh melangkahkan kaki dari rumah Si Baduwi, sahabat tadi dipanggil dan kemudian disusul oleh Si Baduwi dan berkata, ” Wahai tuan! Saya punya kebiasaan setiap malam sebelum tidur, saya berdo’a : Ya Allah siapa saja orang yang pernah menyakiti atau mendzalimi saya, Ampunilah dia Ya Allah! Saya ikhlas Ya Allah bukankah Engkau Maha Pengampun dan Penyayang. Sedikitpun saya tidak punya rasa sakit hati,dendam atau hasud kepada siapapun.” Mendengar ini, sahabat tadi langsung berkata, ” Subhaanallah ! Subhaanallah! Subhaanallah! Inilah amalan yang sulit tapi luar biasa! Maka layak wahai saudaraku! Engkau dikabarkan langsung oleh baginda Rasul termasuk salah satu ahli surga. Terima kasih wahai fulan atas ilmunya”,

Inilah sobat rahasia yang dipaparkan oleh Rasul kepada kita melalui kisah sahabat di atas.Semoga kita bisa mengambil pelajaran yang amat berharga ini.

Monday, 13 June 2016

Madinah Al-Munawarah

Mekah Al-Mukarromah

Kisah Inspiratif Penyemangat Ramadhan

Ada seorang sahabat bernama Sya’ban radhiallahu anhu. Ia adalah seorang sahabat yang tidak menonjol dibandingkan sahabat – sahabat yang lain. (Diantara teman-teman tidak mengenal beliau sebagai sahabat Nabi bukan?)
Namun, ada suatu kebiasaan yang unik dari Sya’ban yaitu setiap masuk masjid sebelum sholat berjamaah dimulai, beliau selalu beritikaf dipojok depan masjid. Beliau mengambil posisi di pojok bukan supaya mudah senderan atau mau tidur, namun karena tidak mau mengganggu orang lain dan tak mau terganggu oleh orang lain dalam beribadah.

Kebiasaan yang unik ini sudah dipahami dan diketahui oleh sahabat lain bahkan oleh RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam, bahwa Sya’ban radhiallahu anhu selalu berada di posisi tersebut termasuk saat sholat berjamaah.
Pada suatu pagi saat sholat subuh berjamaah akan dimulai Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa Sallam mendapati bahwa Sya’ban radhiallahu anhu tidak berada di posisinya seperti biasa. Rasul Shallallahu’alaihi Wa Sallam pun bertanya kepada jamaah yang hadir apakah ada yang melihat Sya’ban radhiallahu anhu. Namun tak seorangpun jemaah yang melihat Sya’ban radhiallahu anhu.

Sholat subuh pun ditunda sejenak untuk menunggu kehadiran Sya’ban radhiallahu anhu. Namun beliau belum juga datang.
Khawatir sholat subuh kesiangan, Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam memutuskan untuk segera melaksanakan sholat subuh berjamaah tanpa Syaban radhiallahu anhu.

Seusai sholat subuh berjamaah, Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya kepada jamaah, “apa ada diantara kalian yang mengetahui kabar dari Sya’ban radhiallahu anhu?” Lagi, tak ada seorangpun yang menjawab. Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya lagi, “apa ada diantara kalian yang mengetahui di mana rumah Sya’banradhiallahu anhu?”. Akhirnya, kali ini seorang sahabat mengangkat tangan dan mengatakan bahwa dia mengetahui persis di mana rumah Sya’banradhiallahu anhu. RasululLah Shallallahu `alaihi Wa Sallam yang khawatir terjadi sesuatu dengan Sya’ban radhiallahu anhu meminta diantarkan ke rumahnya.

Perjalanan dengan jalan kaki cukup lama ditempuh oleh Rasul Shallallahu’alaihi Wa Sallam dan jamaah sebelum sampai ke rumah Sya’ban. Rombongan Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam sampai ke sana saat waktu afdol untuk sholat dhuha (kira-kira 2-3 jam perjalanan) kira-kira kalau subuh jam 4 pagi, maka sekitar jam 1 atau jam 2 Sya'ban telah berjalan menuju ke Masjid, coba bandingkan dengan kita hehehe.... Sampai di depan rumah tersebut Rasulallah Shallallahu `alaihi Wa Sallam mengucapkan salam. Dan keluarlah seorang wanita sambil membalas salam tersebut.

“Benarkah ini rumah Sya’ban?” Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam bertanya.
“Ya benar, saya istrinya” jawab wanita tersebut. “
Bolehkah kami menemui Sya’ban, yang tadi tidak hadir saat sholat subuh di masjid?” .
Dengan berlinangan air mata istri Sya’ban radhiallahu anhu menjawab:
“Beliau telah meninggal dunia tadi pagi”
Innalilahi wa inna ilaihirojiun…Subhanallah, satu – satunya penyebab dia tidak solat subuh berjamaah adalah karena ajal sudah menjemputnya….
Kemudian istri Sya’ban  bertanya kepada Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam

“Ya Rasulallah, ada sesuatu yang masih menjadi pertanyaan bagi kami semua,  yaitu menjelang kematiannya ia berteriak tiga kali dengan masing-masing teriakan disertai satu kalimat. Kami semua tidak paham apa maksudnya”.
“Apa saja kalimat yang diucapkannya?” tanya Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam .
Di masing-masing teriakannya ia berucap tiga kalimat
“Aduuuh kenapa tidak lebih jauh…”
“Aduuuh kenapa tidak yang baru… ”
“Aduuuh kenapa tidak semua…”

Rasul Shallallahu `alaihi Wa Sallam pun melantukan ayat yang terdapat dalam surat ke-50, Surat Qaaf ayat 22 yang artinya: “Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan dari padamu hijab (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam”
Tafsir Alquran Surat Qaaf ayat 22  yaitu menjelaskan saat Sya’ban radhiallahu anhu dalam keadaan sakratul maut perjalanan hidupnya ditayangkan ulang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Bayangkan, dalam waktu sekejap perjalanan hidup kita dinampakkan dan semua ganjaran dari perbuatannya diperlihatkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala , “….maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam (QS Qaaf : 20)”
Apa yang dilihat oleh Sya’ban radhiallahu anhu (atau orang yang sakratulmaut) tidak bisa disaksikan oleh yang lain.
Sebagaimana yang dijelaskan dalam Surat Qaaf ayat 22,

Pertama, dalam pandangannya yang tajam itu ia melihat semua perbuatannya ketika ia pulang-pergi dari Masjid untuk sholat berjamaah lima waktu. Masih ingatkan, rombongan Nabi ketika menuju rumah Sya’ban dengan perjalanan jalan kaki sekitar 2-3 jam, tentu bukanlah jarak yang dekat meskipun dengan naik onta sekalipun. Dalam pengelihatan yang tajam itu pula Sya’ban diperlihatkan pahala yang diperolehnya dari langkah-langkah nya ke Masjid dan Ia melihat surga sebagai ganjarannya. Saat melihat itu ia berucap: “Aduuuh kenapa tidak lebih jauh…” Timbul penyesalan dalam diri Sya’ban, mengapa rumahnya tidak lebih jauh lagi supaya pahala yang didapatkan lebih banyak dan surga yang didapatkan lebih indah.

Kedua, Dalam adegan dimana semua perbuatan kita diperlihatkan. Sya’ban diperlihatkan ganjaran dan perbuatannya ketika melihat seseorang yang terbaring kedinginan, ketika dalam perjalanan menuju masjid, kemudian Ia membuka baju yang paling luar dan memberikan pakaian terluar itu kepada orang tersebut dan memapahnya untuk bersama-sama ke masjid melakukan sholat berjamaah. Orang itu pun terselamatkan dari mati kedinginan dan bahkan melakukan sholat berjamaah.Dalam adegan dimana semua perbuatan dan ganjaran kita diperlihatkan. Sya’ban pun kemudian melihat ganjaran berupa surga yang sebagai balasan memakaikan baju luar jeleknya kepada orang tersebut. Itulah mengapa Syaban berteriak “Aduh, kenapa tidak yang baru… ” Timbul lagi penyesalan di benak Sya’ban. Jika dengan baju jelek saja bisa mengantarkannya mendapat pahala yang begitu besar, sudah tentu ia akan mendapat yang lebih besar lagi seandainya ia memakaikan baju yang baru.

Ketiga, Selanjutnya kalimat yang ketiga. “Aduuuh kenapa tidak semua…”. Berikutnya Sya’ban melihat lagi suatu adegan saat ia hendak sarapan dengan roti yang dimakan dengan cara mencelupkan dulu ke segelas susu. Bagi yang pernah ke tanah suci (untuk haji, umroh atau bekerja) sudah tentu tahu sebesar apa ukuran roti disana (Lebih besar 3 kali dari ukuran rata-rata roti Indonesia). Ketika ia baru saja hendak memulai sarapan, munculah seorang pengemis di depan pintu yang meminta diberikan sedikit roti karena sudah lebih 3 hari perutnya tidak diisi makanan. Melihat hal tersebut, Sya’ban merasa iba. Ia kemudian membagi dua roti itu sama besar, demikian pula segelas susu itu pun ia bagi dua. Kemudian mereka makan bersama-sama. Allah Subhanahu wa ta’ala kemudian memperlihatkan ganjaran dari perbuatan Sya’ban dengan surga yang indah. Itulah mengapa ia berteriak “Aduh, kenapa tidak semua…” Sya’ban kembali menyesal. Seandainya dia memberikan semua roti dan susu itu kepada pengemis tersebut, tentulah dia akan mendapat surga yang jauh lebih indah.

Police Movie Festival 3

Selamat pagi rekan-rekanz semua..
Kembali berjumpa di saluran yang sama setelah hampir 5 bulan tidak nulis..
Kerjaan yang bertumpuk, bertubi dan terus-menerus yang harus dikerjakan siang dan malam dari Senin-Jum'at yang giliran hari Sabtu dan Minggu harus mengikuti Siaga hehe...(Lebay...pake bangetzz)
Pengabdian yang luar biasa,,menurut penulis sih wakakaka...
Bisa saja menurut orang lain itu biasa-biasa saja, yap..sah-sah saja

Baiklah tidak usah berlama-lama dalam kegalauan..
Mari membuka lembaran baru lagi, membuka halaman yang lebih menjamin masa ke depannya
Adakah diantara kita yang pengen dapet rezki nomplok sekaligus menjadi artis dadakan,,
Kalau beruntung bisa diambil oleh produser untuk diorbitkan seperti beberapa rekan kita..
Bagaimana caranya..?
Nah tahun ini dibuka lagi kesempatan mengikuti lomba membuat film pendek tentang Polisi
Masa gak bisa sih.?
Film 5 menit aja kok, beberapa film yang terpilih terkesan sangat sederhana dan murah biaya produksinya atau bahkan mungkin modal kamera aja..
Bagaimana..tertantang..?
Hadiah lumayanlah untuk nerusin sekolah atau ambil S1 di Az-Zahra atau Uniat hehehe...




Friday, 4 December 2015

Seleksi Calon Personel Garuda Bhayangkara Indonesia (FPU IX-2016)

Pengumuman..pengumuman...
Bapak-bapak ibu-ibu siapa yang punya anak bilang aku...
Demikianlah lagu yang dinyanyikan oleh band Wali..
Nah disini juga akan diumumkan kepada seluruh personel Satuan I Gegana bukan tentang cari jodoh seperti Wali namun tentang Seleksi Calon Personel FPU IX-2016..
Yap..siapa yang tidak kepengen kesana..? haduhhh...
Nih, penulis aja kalau diperbolehkan ikut lagi, tentu bakalan daftar..hehe...
Apa sih kelebihan Satuan Tugas FPU ini.? ni ngomong yang riil-riil aja ya..soalnya secara normatif ini adalah tugas mulia sesuai misi perdamaian PBB dan tentu membawa nama baik Negara Republik Indonesia..diluar itu, jadi apa saja yang akan kita dapatkan.? kita bahas secara ringan yak..
  1. Bisa mejeng selfie bareng temen-temen FPU, gaya dan keren, apalagi pakai kaca mata hitam dan naik onta hahaha...
  2. Pengalaman tugas yang tidak akan didapat di dalam negeri, terutama bisa ketemu dengan Police ataupun Army dari negara lain..bisa tukeran baju, celana, topi, jaket..tapi inget liat-liat bener jangan sampai yang punya panu dan sakit kulit lainnya...
  3. Bisa umroh bagi yang beragama islam, ke jerusalem bagi yang beragama Kristen, bahkan ada beberapa yang ke Belanda, Mesir, Pakistan, India, Thailand..Kamu..? masih disini saja.?
  4. Gajinya broo.....kalau tidak salah berkisar 1250 US Dollar kalau gak salah ni.. coba kalikan saja dengan harga rupiah sekarang Rp. 13.000 x 1250 = Ya lumayanlah bisa beli Vario 125 baru/ bulan..perbulan...kalau dikumpul setahun bisalah beli rumah dikampung atau beli tanah di sekitar asrama hehe..investasi hari tua..
  5. Dapet Penghargaan dari UN berupa UN Medal, dari Negara berupa Satya Lancana Bhakti Buana plus Satya Lancana Veteran,,wuiihhhh...baru satu penugasan dinding rumah udah penuh cantelan wakaka...
  6. Jadi nunggu apalagi..? segera daftar..
  7. Atau mau tau lebih banyak tentang misi ini.? silahkan masuk dulu ke Halaman ini
Nah sebelum daftar tentu ada persyaratan yang harus dipenuhi,, apakah itu..?
Berdasarkan Surat Resmi yang dikeluarkan dari Mabes Polri demikian isinya..
Lebih jelas dan lengkapnya jangan lupa hubungi kantor SDM masing-masing yak..biar jelas-sejelasnya..
  1. Undang - undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia
  2. Peraturan Presiden nomor 50 tahun 2010 tentang Satuan Tugas Unit Polisi Berseragam Formed Police Unit (FPU) Indonesia Dalam Misi Pemeliharaan Perdamaian PBB
  3. Peraturan Kapolri nomor 1 tahun 2013 tentang Penugasan Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia Di luar Struktur Organisasi Kepolisian Negara Republik Indonesia
  4. Surat Kadivhubinter Polri nomor B/2834/XI/2015/Divhubinter tanggal 19 November 2015 perihal Seleksi Calon Personel Satgas FPU Indonesia IX-2016
Sehubungan dengan referensi tersebut diatas diinformasikan alamat bahwa akan dilaksanakan Seleksi Pasukan Stagas FPU Indonesia IX darfur, sudan tahun 2016 (khusus anggota Polri) dengan persyaratan sebagai berikut :
  1. Anggota Polri, pria sehat jasmani dan rohani
  2. Mempunyai konduite yang baik
  3. Minimal 5 tahun mempunyai masa dinas aktif (sudah memahami pengetahuan profesional kepolisian)
  4. Usia maksimal 45 tahun untuk PA dan 40 tahun untuk Briptu
  5. Memiliki kemampuan / kompetensi terhadap posisi / jabatan dalam penugasan
  6. Mampu berbahasa Inggris dan atau Arab secara aktif baik lisan maupun tulisan
  7. Mampu mengoperasikan komputer dan teknologi informasi meliputi internet, program Ms. Word, Ms. Excel, Ms. Power Point dengan dilampirkan sertifikasi
  8. Memiliki kemampuan mengemudi kendaraan roda 4
  9. Mendapat rekomendasi dan diusulkan oleh kepala / pimpinan yang berwenang (kapolda / kasatker di lingkungan Mabes Polri)
  10. Tidak bermasalah / memiliki SKHP  yang dikeluarkan oleh Divpropam Polri / Bidpropam Polda
  11. Belum pernah bergabung dengan satgas FPU Indonesia
  12. Mengikuti dan lulus seleksi yang dilaksanakan oleh panitia Mabes Polri
Persyaratan khusus sesuai golongan pangkat dan jabatan penugasan :
  1. Kasatgas, AKBP, dik sespimen, diutamakan miliki Ijazah strata 2, berasal dari Korps Brimob
  2. Wakasatgas, Kompol, dik sespima / stik - ptik, diutamakan berasal dari Korps Brimob
  3. Kasiops, perwira pertama diutamakan pernah menjadi pasiops 
  4. Pasiops, pperwira pertama diutamakan pernah tugas di opersional 
  5. Stafminops, Brigadir, bertugas membantu laksanakan tugas di bidang minops, berpengalaman
  6. Liason Officer, perwira pertama bertugas sebagai penghubung antara satgas FPU dengan UN, otoritas setempat termasuk KBRI dan satuan lainnya didalam misi UN, memiliki kemampuan Bahasa Inggris atau Arab, komunikasi dan negosiasi
  7. Kasiminipers, perwira pertama, pelaksanaaan fungsi manajemen Binpers, har, gaktibplin disiplin dan penyaluran hak - hak, berpengalaman
  8. Staf administrasi personil, perwira pertama , bertugas membantu pelaksanakan tugas di bidang administrasi personil diutamakan memiliki pengalaman
  9. Bendahara, perwira pertama / Brig, bertugas mengurus hak anggota satuan tugas FPU (gaji dan tunjangan) serta mengelola keuanagan operasional satuan tugas, berpengalaman
  10. Kasiminlog, perwira pertama, pelaksanaan fungsi manajemen logistik, membawahi pasilog dan perwira angkutan (motor transport officer) dan staf minlog, kuasai simak bmn dan memiliki skep sebagai operator simak bmn
  11. Pasilog bertugas membantu kasiminlog menguasai simak bmn dan memiliki skep sebagai operator simak bmn
  12. Staf minlog, brigadir bertugas membantu pelaksanaan tugas bidang minlog, menguasai simak bmn dan memiliki skep sebagai operator simak bmn
  13. Mto bertugas memimpin tim mekanik, perwira pertama, memiliki kemampuan teknik mesin teori dan praktek serta mampu koordinir tim mekanik dalam har sarpras 
  14. Mekanik ranmor, brig, pelaksanaan har permesinan dan perlistrikan ranmor, memiliki pengetahuan dan kemampuan bidang mekanik
  15. Staf minpers, perwira pertama / Brigadir bertugas membantu pelaksaan tugas di bidang minpers diutamakan memiliki kemampuan
  16. Mekanik AC, Perwira pertama / Brigadir, pelaksanaan har ac rutin dan kondisi insidental, dan memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam hal kelistrikan maupun mesin AC
  17. Mekanik genset, perwira pertama/ brig, melaksanakan har dan pengoperasian genset memiliki pengetahuan dan kemampuan har dan pengopersian genset
  18. General Affari Kayanum, perwira pertama bertugas har laks manajemen penggunaan har fasum akomodasi di dalam camp Garud, membawahi unit Duty Officer, Security Camp, Water treatment, unit it, unit generation, unit air conditioner dan manase
  19. Mekanik water treatment, perwira pertama / Brig bertugas melaksakan pengolahan air di lingkungan garuda camp serta melaksanakan perawatan peralatan terkait dan memiliki pengetahuan tentang pengolahan air dan instalasi pipa
  20. Mekanik TI, perwira pertama / brig, bertugas melaksanakan tugas har dan rawat peralatan TI, memiliki pengetahuan serta pengalaman, dan diutamakan min diploma 3 teknik informatika
  21. Pengemudi, brig, bertugas mengemudi dan merawat kendaraan roda empat, memiliki kualifikasi pengemudi, sim A yang telah aktif minimal 1 tahun dan masa berlaku minimal 2 tahun kedepan
  22. Duty Officer, perwira pertama bertugas mengedalikan dan memonitor kegiatan di dalam maupun di luar camp 1x24 jam dan melaporkan langsung setiap perkembangan situasi kepada kepala satuan tugas, mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan baik
  23. Security Camp, perwira pertama/brig, bertugas melaksanakan pam Garuda, penjagaan lini terdepan dan memonitor pergerakan pasukan di AOR (Area Of Responsibility) dan diutamakan memiliki kemampuan bahasa Inggris aktif
  24. Paur manase, perwira pertama, bertugas merencanakan, mengajukan, mengelola dan mendistribusikan bahan makanan, har seluruh perlatan utama dan pendukung pelaksanaan tugasnya sehari - hari, memiliki kemampuan dalam bidang memasak, juru masak
  25. Juru masak, brig, memiliki kemampuan mengenali bahan masak dan memasak
  26. Kaurmed, perwira pertama, bertugas memberikan yankes, membawahi pesimedis dan paramedis, memiliki kualifikasi sebagai dokter
  27. Pasimed, perwira pertama memiliki kualifikasi sebagai dokter
  28. Paramedis, brig, bertugas membantu pelaksanaan tugas di bidang urmed, memiliki ijazah perawat
  29. Danton, perwira pertama, memiliki kemampuan bahasa Inggris aktif, diutamakan Korps Brimob
  30. Danru, Ipda, diutamakan Korps Brimob
  31. Pasukan taktis berasal, brig, bertugas sebagai pasukan taktis non staf pada korps Brimob
Persyaratan Administrasi :
  1. Daftar riwayat hidup
  2. Skep pertama
  3. Hasil rikkes berkala 6 bulan terakhir 
  4. Hasil tes kesjas berkala 6 bulan terakhir 
  5. Foto copy SIM A dan atau SIM B minimal 1 tahun
  6. Foto copy sertifikat komputer
  7. Rekomendasi dari pimpinan 
  8. SKHP (Surat Keterangan Hasil Penelitian Personel)
  9. Ijazah perawat (khusus paramedis)
  10. Foto ukuran 4x6 2 (dua) lembar
Berkaitan dengan hasil tersebut, agar Calon peserta mengisi formulir pendaftaran langsung dan mengunggah persyaratan administrasi melalui website www.gassusbinkar.com

Monday, 23 November 2015

Dirgahayu Gegana

Walet hitam, walet hitam, dikau gagah berani..(baca Alap-alap)
Walet hitam semboyan jiwa merah putih..
Kami berjanji akan slalu berbakti pada ibu pertiwi..
Rela korbankan jiwa raga berjuang demi nusa dan bangsa..

Yap..hampir setiap hari lantunan syair diatas terdengar berkumandang di langit Kelapadua, menggema menyebarkan semangat dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh Negara Republik Indonesia.,membakar jiwa, menusuk ke dalam tulang-tulang dan terpatri dalam-dalam di hati dan fikiran.
Tugas berat yang diemban, yang diamanahkan kepada Kesatuan tentunya harus dilaksanakan dengan baik serta memperoleh hasil yang maksimal.
Tidak terasa telah 41 tahun Gegana mengabdi kepada Tanah Air Indonesia, telah banyak prestasi yang ditorehkan walaupun tidak sedikit pula jiwa dan raga yang melayang karena mempertahankan tegak berdirinya bangsa,.
Tidak terasa 41 tahun Gegana setia dan mengawal Indonesia menuju kejayaan yang disegani oleh negara dan bangsa dunia,.
Dirgahayu Gegana...
Jayalah selalu pengabdianmu..
Jayalah selalu kesetiaanmu..
Semoga Allah SWT selalu memberikan perlindungan kepada seluruh anggota dan keluarga Gegana serta memberikan arah jalan yang benar, lurus sesuai dengan agama dan peraturan Negara..

Marilah kita tunduk sejenak, mendoakan para pahlawan Gegana..
Yang telah gugur mendahului, demi menegakkan kokohnya Negeri tercinta..
Dan telah mengorbankan jiwa raga demi tetap damainya bangsa..

Tidak ada salahnya diulas kembali sejarah Gegana,.(dari berbagai sumber)
Agar generasi penerus Gegana mewarisi jiwa patriot para pendahulu, dengan keringat dan darah membesarkan nama Gegana, dengan jiwa dan raganya mengharumkan nama Gegana..
Satuan I Gegana adalah bagian dari POLRI yang tergabung dalam Brigade Mobil (Brimob) yang memiliki kemampuan khusus seperti anti teror, penjinakan bom, intelijen, anti anarkis, dan penanganan KBR (Kimia, Biologi, Radio aktif).

Dalam perjalanan sejarahnya, Gegana berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai satuan khusus Polri mampu menangani tugas-tugas berkadar tinggi. Beberapa tugas yang telah berhasil dilaksanakan oleh satuan ini antara lain Konflik Aceh, Penangkapan teroris Poso, penjinakan bom, dan lain-lain.
Peristiwa pembajakan pesawat udara di Australia pada tahun 1974 merupakan awal terbentuknya Satuan Gegana Korps Brimob POLRI. Untuk mengantisipasi terulang kembali dampak peristiwa pembajakan tersebut terhadap keamanan NKRI dan mengingat geografis Indonesia yang berdekatan dengan Australia, maka dibentuklah satuan Gegana dengan tugas pokok sebagai Pasukan Khusus Anti Pembajakan Pesawat Udara (ATBARA). Berdasarkan Surat Keputusan Kadapol Metro Jaya tentang penanggulangan kejahatan pembajakan udara/ laut dan terorisme internasional, Gegana merupakan realisasi fisik dari instruksi Menteri Pertahanan dan Keamanan, Panglima ABRI dan Instruksi Kapolri.
Satuan Gegana terbentuk sejak tahun 1974, tetapi Departemen Pertahanan dan Keamanan baru mengesahkan posisi Satuan Gegana di dalam lingkungan angkatan bersenjata RI secara resmi pada tahun 1976. Meskipun Gegana termasuk komponen pasukan elit di lingkungan POLRI, ia terus membenahi diri. Ketika Jenderal Polisi Drs. Anton Soedjarwo menjadi Kapolri, Gegana merekonstruksi diri dari sebuah kompi Satuan menjadi satu Detasemen. Di bawah pimpinan Letkol Pol. Drs. Soepeno Markas Komando Gegana sempat dipindahkan dari Polda Metro Jaya ke Petamburan III Jakbar dan selanjutnya ke Mabes Polri Jakarta Selatan. Baru pada tahun 1985 terjadi peralihan kedudukan Detasemen Gegana Metro Jaya ke Komapta POLRI atau sekarang yang kita kenal dengan nama Korps Brimob POLRI. Tugas Pokok Satuan Gegana pada masa itu adalah membantu Kadapol VII Metro Jaya dalam tugas operasional Kepolisian, khususnya menanggulangi terorisme internasional yang melakukan pembajakan pesawat udara/ laut, penculikan terhadap Warga Negara Asing dan staf Kedutaan Besar negara asing, serta penyanderaan yang terjadi di wilayah Kodak VII Metro Jaya. Seiring perkembangan zaman, tuntutan tugas Satuan Gegana Kodak VII Metro Jaya meluas hingga mencakup seluruh wilayah NKRI. Berdasarkan Surat Keputusan Kapolri tertanggal 13 Desember 1984 Detasemen Gegana resmi berada dibawah Pusbrimob.
Calon anggota Gegana pada masa itu diambil dari mantan–mantan Pelopor yang telah lulus mengikuti seleksi. Pasukan Anti Pembajakan Pesawat Udara (Gegana) ini mengikuti pendidikan lanjutan selama 4 bulan di Klapadua-Depok, Ciputat dan Pelabuhan Ratu–Sukabumi, kecuali unit Jihandak mengikuti pendidikan di Pusdikif Zeni di Cimahi, Jawa Barat. Setelah selesai mengikuti pendidikan maka anggota tersebut ditempatkan di Markas Komando Petamburan III dengan kekuatan 4 Subden.
Satuan Gegana Komdak VII Metro Jaya beralih kedudukan menjadi Satuan Pelaksana pada Pusat Brigade Mobil Direktorat Samapta POLRI dengan nama baru Detasemen Gegana Pusbrimob Mabes POLRI. Pada tanggal 16 September 1996 Pusbrimob berubah nama kembali menjadi Korps Brimob POLRI, maka Detasemen Gegana Pusbrimob mengalami pemekaran menjadi Resimen II Gegana Korps Brimob POLRI dengan kemampuan dan kualifikasi yang sama tiap – tiap Detasemen jadi tidak ada pengkhususan kemampuan. Kemudian pada tanggal 25 Mei 2001 Resimen II berganti nama menjadi Resimen IV Gegana Korbrimob Polri.
Pada tahun 2002 Resimen IV Gegana diperbesar kekuatannya menjadi Satuan I Gegana. Perubahan waktu dan tuntutan di lapangan menyebabkan strukturisasi Susunan Sat I Gegana berubah lagi dengan keluarnya Peraturan Kapolri Nomor 21 tahun 2010 tanggal 14 September 2010. Satuan I Gegana saat ini mempunyai 5 detasemen yang masing-masingnya mempunyai kemapuan utama yaitu Intelijen, Jibom, Anti Anarkis, KBR, dan Anti-teror.
Sebagai Satuan Khusus, dalam melaksanakan tugasnya, jumlah personel Gegana yang terlibat relatif sedikit, tidak sebanyak jumlah personel Brimob pada umumnya. Dengan kata lain tidak menggunakan ukuran konvensional mulai dari peleton hingga detasemen, oleh karena itu Gegana jarang sekali melakukan tugas dengan melibatkan satu detasemen sekaligus.

Satuan Gegana yang memiliki tugas pokok membantu Kapolri dan seluruh jajaran Kepolisian di daerah seluruh Indonesia dalam rangka tugas operasional kepolisian, khususnya dalam menanggulangi pembajakan, penculikan, ancaman bom, dan Search and Rescue (SAR), dengan berkembangnya situasi keamanan dan ilmu pengetahuan maka dirasakan kurangnya kebutuhan akan tenaga ahli khususnya di bidang penjinakan bom sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka mulai tahun 1990 Gegana Brimob POLRI mulai menerima tenaga-tenaga sarjana yang disaring melalui Pendidikan Perwira Sumber Sarjana ( PPSS ) yang mayoritasnya diambil dari Sarjana Teknik Elektro, Teknik Kimia, Teknik Biologi, Teknik Nuklir, Teknik Komunikasi, Kedokteran dll. Keberadaan tenaga ahli tersebut semakin meningkatkan kemampuan Gegana dalam melaksanakan tugas–tugas Polri yang berkategori berat
Gegana sebagai pasukan inti Polri mempunyai wilayah kerja diseluruh Republik Indonesia. Keanggotaan Gegana tidak terbatas hanya kaum pria saja tetapi juga tenaga-tenaga wanita atau polwan yang terampil dan handal dibutuhkan pula untuk memperkuat barisan Gegana Polri. Mengacu pada hukum HAM internasional, keberadaan polwan pada satuan khusus ini berfungsi dalam penanganan tersangka perempuan, terutama dalam penggeledahan dan interogasi. Beberapa prestasi juga telah diukir Polwan gegana, khususnya dalam olahraga terjun payung tingkat nasional dan internasional.
Nama Gegana berasal dari kata Gheghono merupakan bahasa Sansekerta yang berarti awang–awang, sesuai dengan tugas utamanya pada saat itu sebagai pasukan Anti Pembajakan Pesawat Udara (ATBARA). Pada saat acara peresmian Satuan Gegana, dipamerkan juga pakaian khusus pasukan Gegana yang berwarna hitam. Acara peresmian tersebut dihadiri pula oleh Komandan Pasukan Khusus Anti Teror Jerman. Naasnya, saat dilakukan peragaan ada dua orang anggota Gegana yang kehilangan tangannya akibat ledakan bom.
Awal mulanya lambang Gegana bukanlah burung walet namun “kilat“ yang merupakan lambang “Ranger” namun pada saat Jenderal Polisi (Purn) Almarhum Anton Soedjarwo menjabat sebagai Kepala kepolisian Negara Republik Indonesia maka lambang Gegana diubah menjadi “Alap-alap” yang melambangkan sifat fisik dan mental anggota Gegana yang kuat dan kokoh dalam menghadapi hujan / panas tanpa kenal lelah dalam pelaksanaan tugas dilapangan.
Gegana memiliki moto “Setia, Tabah, Waspada” dan moto pengabdian “Pengabdian yang paling membahagiakan dalam hidup ini ialah apabila kita berbuat sesuatu bagi bangsa dan Negara yang menurut orang lain tidak mungkin mampu kita lakukan” menjadi pedoman setiap anggota Gegana dalam tugas maupun di kehidupan sehari-hari.

Friday, 20 November 2015

Tebak Logika

Ketemu lagi di hari yang menyehatkan ini..
Hup..hap..hup..hap..satu..dua..tiga..
Ambil nafas panjaaangggg.....sambil tarik tangan keatas...tahannnn
Yak...lepaskan nafas pelan-pelan...tangan ayun kebawah
Sungguh berbahagia sekali yang bisa mengikuti olahraga pagi
Badan sehat, penyakit pada menjauh, bisa ketawa bareng-bareng..
Badan berpeluh namun menjadi segar dan tentu saja fikiran pun menjadi positif dan pastinya akan menjadikan energi yang positif pula..
Sungguh nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan.?
Diberikan kesehatan adalah aset yang sangat vital dalam melaksanakan setiap kegiatan, jadi mari syukuri nikmat sehat ini dan tentu menjadi penyemangat dalam setiap aktifitas..
Pasukan hebat, dilihat pertama dari performance dan tentu fisiknya, setelah itu baru bla...blaa...blaaa...

Silahkan sambil menikmati bubur kacang hijaunya,,hari ini ngobrol santai saja

Sesuai dengan arahan Kasi Provos kemarin pagi saat mengambil apel, Gegana itu embrionya adalah ini...ini...dan ini...salah satunya adalah kecerdasan,.
Yap..Gegana harus cerdas, apakah ada perbedaaan antara cerdas dengan pintar.?
Tentunya orang yang cerdas pasti pintar, namun sebaliknya orang pintar belum tentu cerdas..gimana.?
Nah...untuk membuktikan bapak dan ibu sekalian adalah orang cerdas, mari kita lakukan tes sampling yang menggunakan logika, dan hanya orang cerdas saja yang bisa menyelesaikan kasus ini hehe...

Soal Pertama
Dari gambar tersebut, coba tebak berapakah jumlah balok yang sebenarnya.?

Soal Kedua
Menggunakan pola-pola tertentu, ngaku cerdas,? silahkan dijawab

Soal Ketiga


Jadi hari apakah yang dimaksud gambar diatas.? Hayooo...

Soal Keempat
Lihat baik-baik polanya, baru bisa menjawab pertanyaan..

Soal Kelima
Kurang dari 1 menit ya...bisa gak menemukan kesalahan dari deret angka..

Soal Keenam
Hayo siapa yang bisa ngejawab yang ini,,?

Soal Ketujuh
Asli bener-bener jagoan nih yang bisa jawab ni soal,,hehehe...

Soal Kedelapan
Lihat polanya dahulu sebelum menjawab,,be smart ya..haha..

Soal Kesembilan
Nomor berapakah mobil tersebut parkir.? ini soal untuk anak SD hehe..tapi di hongkong sana..

Soal Kesepuluh
Lihat baik-baik yak...ada berapakah gambar kuda diatas.?

Soal Kesebelas 
Perhatikan dengan cermat, ada berapakah ikan dan burung bangau.?

Soal Keduabelas

Yap..tiga pertanyaan dengan satu jawaban..jawaban logika

Soal Ketigabelas
Lihat polanya ya..? dan segera temukan jawabanya..

Soal Keempatbelas
Soal ini yang paling mudah...silahkan dijawab..

Soal Kelimabelas
Jadi kemana uang 1 juta gue...? tolong cariin dongz...

Yap sementara segitu dahulu,,semoga selesai dalam kurang 10 menit hehe...
yang menandakan memang anda cerdas dan berhak menjadi salah satu penerus Gegana yang handal hehe...

Thursday, 12 November 2015

Dirgahayu Brigade Mobil ke 70

Pasukan Korps Brigade Mobil sanggup berkorban jiwa,
Demi Kepentingan Negara Republik Indonesia,
Demikianlah lagu Mars yang sering terdengar menjelang apel pagi, siang dan saat upacara berlangsung..
Lagu penggugah semangat, membakar emosional mengingatkan kepada seluruh anggota Brimob tentang tujuan Brigade Mobil dibentuk, tidak semata hanya sebagai ladang pencari nafkah saja, apalagi mengejar kepentingan pribadi, namun lebih besar dari itu yakni mengawal dan menyelamatkan Kepentingan Negara Republik Indonesia (ini tafsiran penulis yak,,kalau salah-salah dikit mohon maklum hehe..)

Dan lebih dahsyat lagi pada Hymne Brimob..
Ya tuhan Maha suci, Ini jiwa raga kami..
Demi nusa dan bangsa bimbing kami kejalan yang mulya..
Demi keberhasilan tugas Brimob, Pengorbanan adalah kehormatan..
Skali melangkah pantang menyerah, Skali tampil harus berhasil..
Inilah janji kami, Inilah sumpah kami..

Bagimu tercinta Indonesia...
Asli saat mendengar pertama kali pada sekitar tahun 2004 saat penugasan di Aceh waktu itu, merinding kalau mendengar lagu ini dilantunkan, bibir ini kelu tidak bisa berucap sebait lagu pun..berat rasanya tanggung jawab yang harus dipikul oleh setiap personel Brimob..
Hebat banget yang menciptkan lagu ini..
Yap..dan masih banyak syair yang sering dilantunkan untuk menggugah rasa Nasionalisme, untuk tetap konsisten dalam pengabdian kepada NKRI.

Tanggal 14 November 2015 merupakan tahun ke 70 Korps Brimob Polri dengan setia mendukung tegaknya Republik Indonesia sampai saat ini,.
Dirgahayu Brigade Mobil, Semoga Jaya Selalu..

Dibawah ini akan kita bahas pembentukan Brigade Mobil dengan maksud, refreshing bagi yang telah lupa dan pembelajaran untuk para personel baru Polri yang bergabung dengan Brigade Mobil..(Anggota baru maksudnye..)

Sejarah Pembentukan Brimob
Brimob pertama-tama terbentuk dengan nama Tokubetsu Keisatsutai atau Pasukan Polisi Istimewa. Kesatuan ini pada mulanya diberikan tugas untuk melucuti senjata tentara Jepang, melindungi kepala negara, dan mempertahankan ibukota. Brimob turut berjuang dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Di bawah pimpinan Inspektur Polisi I Mohammad Yasin, Pasukan Polisi Istimewa ini memelopori pecahnya pertempuran 10 November 1945 melawan Tentara Sekutu brimob merupakan kesatuan paling pertama di Indonesia, pada masa penjajahan Jepang Brimob dikenal dengan sebutan Tokubetsu Keisatsutai. Pasukan ini yang pertama kali mendapat penghargaan dari Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno yaitu Sakanti Yana Utama.
Beralih menjadi Mobrig
Pada 14 November 1946 Perdana Menteri Sutan Sjahrir membentuk Mobile Brigade (Mobrig) sebagai ganti Pasukan Polisi Istimewa. Tanggal ini ditetapkan sebagai hari jadi Korps Baret Biru. Pembentukan Mobrig ini dimaksudkan Sjahrir sebagai perangkat politik untuk menghadapi tekanan politik dari tentara dan sebagai pelindung terhadap kudeta yang melibatkan satuan-satuan militer. Di kemudian hari korps ini menjadi rebutan antara pihak polisi dan militer.
Menghadapi Gerakan Separatis
Pada 1 Agustus 1947, Mobrig dijadikan satuan militer. Dalam kapasitasnya ini, Mobrig terlibat dalam menghadapi berbagai gejolak di dalam negeri. Pada tahun 1948, di bawah pimpinan Moehammad Jasin dan Inspektur Polisi II Imam Bachri bersama pasukan TNI berhasil menumpas pelaku Peristiwa Madiun di Madiun dan Blitar Selatan dalam Operasi Trisula. Mobrig juga dikerahkan dalam menghadapi gerakan separatis DI/TII di Jawa Barat yang dipimpin oleh S.M. Kartosuwiryo dan di Sulawesi Selatan dan Aceh yang dipimpin oleh Kahar Muzakar dan Daud Beureueh. Pada awal tahun 1950 pasukan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) yang dipimpin Kapten Raymond Westerling menyerbu kota Bandung. Untuk menghadapinya, empat kompi Mobrig dikirim untuk menumpasnya.

Mobrig bersama pasukan TNI juga dikerahkan pada April 1950 ketika Andi Azis beserta pengikutnya dinyatakan sebagai pemberontak di Sulawesi Selatan. Kemudian ketika Dr. Soumokil memproklamirkan berdirinya RMS pada 23 April 1950, kompi-kompi tempur Mobrig kembali ditugasi menumpasnya.

Pada tahun 1953, Mobrig juga dikerahkan di Kalimantan Selatan untuk memadamkan pemberontakan rakyat yang dipimpin oleh Ibnu Hajar. Ketika Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) diumumkan pada 15 Februari 1958 dengan Syafruddin Prawiranegara sebagai tokohnya, pemerintah pusat menggelar Operasi Tegas, Operasi Saptamarga dan Operasi 17 Agustus dengan mengerahkan Mobrig dan melalui pasukan-pasukan tempurnya yang lain. Batalyon Mobrig bersama pasukan-pasukan TNI berhasil mengatasi gerakan koreksi PRRI di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Timur, Riau dan Bengkulu.

Dalam Operasi Mena pada 11 Maret 1958 beberapa kompi tempur Mobrig melakukan serangan ke kubu-kubu pertahanan Permesta di Sulawesi Tengah dan Maluku.
Berganti Nama Menjadi Brimob
Pada 14 November 1961 bersamaan dengan diterimanya Pataka Nugraha Sakanti Yana Utama, satuan Mobrig berubah menjadi Korps Brigade Mobil (Korps Brimob).

Brimob pernah terlibat dalam beberapa peristiwa penting seperti Konfrontasi dengan Malaysia tahun 1963 dan aneksasi Timor Timur tahun 1975. Brimob sampai sekarang ini kira-kira berkekuatan 30.000 personel, ditempatkan di bawah kewenangan Kepolisian Daerah masing-masing provinsi.

Pada tahun 1981 Brimob membentuk sub unit baru yang disebut unit Penjinak Bahan Peledak (Jihandak).

Semenjak tahun 1992 Brimob pada dasarnya adalah organisasi militer para yang dilatih dan diorganisasikan dalam kesatuan-kesatuan militer. Brimob memiliki kekuatan sekitar 12.000 personel. Brigade ini fungsi utamanya adalah sebagai korps elite untuk menanggulangi situasi darurat, yakni membantu tugas kepolisian kewilayahan dan menangani kejahatan dengan tingkat intensitas tinggi yang menggunakan senjata api dan bahan peledak dalam operasi yang membutuhkan aksi yang cepat. Mereka diterjunkan dalam operasi pertahanan dan keamanan domestik, dan telah dilengkapi dengan perlengkapan anti huru-hara khusus. Mereka telah dilatih khusus untuk menangani demonstrasi massa. Semenjak huru-hara yang terjadi pada bulan Mei 1998, Pasukan Anti Huru-Hara (PHH) kini telah menerima latihan anti huru-hara khusus.Dan terus menerus melakukan pembaharuan dalam bidang materi pelaksanaan Pasukan Huru-Hara(PHH).

Beberapa elemen dari Brimob juga telah dilatih untuk melakukan operasi lintas udara. Dan juga sekarang sudah melakukan pelatiahan SAR(Search And Rescue)

Brimob dalam peristiwa (Masa Lampau)

Pendaratan di Irian Barat
Korps Brimob Polri mempesiapkan sejumlah Resimen Tim Pertempuran (RTP)di pulau-pulau di Provinsi Maluku yang terdekat dengan Irian Barat sebagai respon atas perintah Presiden Soekarno untuk merebut Irian Barat dari tangan Belanda. Perintah Bung Karno itu dikenal sebagai Tri Komando Rakyat (Trikora). Dalam operasi ini Korps Brimob bergabung dalam Komando Mandala pimpinan Mayjen Soeharto. Satu tim Brimob pimpinan Hudaya Sumarya berhasil mendarat di Fak-Fak Irian Barat menggunakan sebuah speedboat. Dari Fak-Fak pasukan ini menusuk masuk ke pedalaman Irian Barat untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Pada masa olah Yudha sebelum pendaratan di Papua, Brimob sempat dimasukkan kedalam daftar unit untuk operasi Naga, tetapi kemudian di batalkan mengingat terbatasnya kualitas Parasut yang dimiliki anggota Brimob saat itu. Operasi Naga akhirnya dilakukan oleh RPKAD dibawah komando Jend (purn) Benny Moerdani yang kemudian mendapatkan penghargaan Bintang Sakti dari Presiden Soekarno.

Peristiwa G-30-S
Pada hari-hari setelah peristiwa G-30-S, Brimob tetap netral. Hal ini membingungkan banyak pihak, karena pada September 1965 Brimob adalah unsur yang sangat dekat dengan Amerika. Karena sikap ini, sebagian pengamat menganggap Brimob sebagai unsur yang setia kepada Presiden Soekarno.Brimob jg melindungi Presiden Soekarno dari kudeta militer.

Timor Timur
Pada pembebasan Timor Timur tahun 1975 Brimob membentuk satu detasemen khusus untuk bergabung dalam Operasi Seroja, bergabungan dengan pasukan ABRI lainnya. Detesemen khusus ini diberinama Detasemen Khusus (Densus) Alap-alap. Personil Densus Alap-alap terdiri dari mantan anggota Menpor (Resimen Pelopor). Resimen Pelopor merupakan kesatuan khusus Brimob, yang berkualifikasi Ranger. Resimen ini dibubarkan tahun 1974 setelah ikut malang melintang dalam beberapa operasi pertempuran, di antaranya dalam Operasi Trikora di Irian Barat dan Dwikora atau Ganyang Malaysia.

Densus Alap-alap bertugas sebagai pasukan pembantu (supporting) untuk memperkuat posisi yang direbut oleh pasukan ujung tombak yaitu RPKAD. Densus Alap-alap ini dibagi dalam tim-tim kecil yang merupakan tim gabungan TNI/Polri.
Pelopor
Keuntungan utama membentuk pasukan khusus pada masa konflik adalah pasukan bisa langsung diuji coba di medan pertempuran sebenarnya. Pasukan Brimob Rangers ini menjalani test mission di kawasan Cibeber, Ciawi dan Cikatomas perbatasan Tasikmalaya-Garut Jawa Barat pada tahun 1959. Dalam penugasan ini mereka sering menghadapi penghadangan oleh gerombolan DI/TII dalam jumlah besar. Teknik bertempur anti gerilya teruji dalam test mission ini. Namun demikian, dalam test mission ini akhirnya ada juga anggota Rangers yang tidak siap mental dalam bertempur dan mereka akhirnya harus keluar dari pasukan.
Penugasan resmi operasi militer Brimob Rangers adalah dalam Gerakan Operasi Militer IV di kawasan Sumatera Selatan, Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Dalam GOM IV ini pasukan Brimob Rangers menjadi bagian dari Batalyon Infanteri Bangka-Belitung pimpinan Letkol (Inf) Dani Effendi. Penugasan ke Sumatera ini dalam supervisi langsung dari Letjen Ahmad Yani. Pasukan Rangers mempunyai tugas khusus menangkap sisa-sisa pasukan PRRI yang masih bergerilya di hutan Sumatera pimpinan Mayor Malik.

Pasukan Brimob Rangers ini kemudian mengalami perubahan nama menjadi Pelopor pada tahun 1961 pada masa Kapolri Soekarno Djoyonegoro. Hal ini sesuai dengan keinginan Presiden Soekarno yang menghendaki nama Indonesia bagi satuan-satuan TNI/Polri. Pada masa ini pula, Rangers/Pelopor menerima senjata yang menjadi trade mark mereka yaitu AR-15. Penugasan selanjutnya dari pasukan ini adalah menyusup ke Irian Barat/Papua dalam rangka menjadi bagian dari Komando Trikora. Pasukan ini berhasil mendarat di Fak-fak pada bulan Mei 1962 dan terlibat dalam pertempuran dengan Angkatan Darat Belanda. Pasukan ini juga terlibat dalam konfrontasi dengan Malaysia pada tahun 1964. Pada masa ini pasukan Brimob-Rangers Indonesia berhadapan dengan unit elite SAS dari Inggris.

Pada tahun 1972 pasukan ini secara resmi dibubarkan karena perubahan kebijakan politik pemerintah waktu itu nama pasukan ini pada waktu itu adalah Resimen Pelopor (Menpor) dengan markas di Kelapa Dua Cimanggis. Pada saat persiapan Operasi Seroja tahun 1975, pasukan ini dimobilisasi dan dimasukkan dalam pasukan khusus Detasemen Khusus Alap-alap. Namun, karena sebagian besar anggota Menpor yang masuk dalam Densus Alap-alap sudah bertugas sebagai polisi umum dan tidak pernah lagi berlatih sebagai pasukan komando, maka insting pasukan komando mereka jauh berkurang. Akibatnya banyak anggota Menpor yang gugur dalam pertempuran di Timor-Timur saat Operasi Seroja. Sayangnya pada masa inilah pasukan ini dikenang, sehingga kejayaan mereka saat menumpas DI/TII dan PRRI-Permesta, serta penyusupan ke Papua dan Malaysia seolah hilang sama sekali. Oleh karena itu, Brimob Ranger/Resimen Pelopor seolah terlupakan dari sejarah militer Indonesia. Padahal salah satu mantan Komandan Resimen Pelopor adalah Kapolri yang populer yaitu almarhum Jenderal (Pol) Anton Soedjarwo.
Gegana
Satuan I Gegana adalah bagian dari POLRI yang tergabung dalam Brigade Mobil (brimob) yang memiliki kemampuan khusus seperti anti teror, penjinakan bom, intelijen, anti anarkis, dan penanganan KBR (Kimia, Biologi, Radio aktif).

Dalam perjalanan sejarahnya, Gegana berhasil mengukuhkan keberadaannya sebagai satuan khusus Polri mampu menangani tugas-tugas berkadar tinggi. Beberapa tugas yang telah berhasil dilaksanakan oleh satuan ini antara lain Konflik Aceh, Penangkapan teroris Poso, penjinakan bom, dan lain-lain.

Peristiwa pembajakan pesawat udara di Australia pada tahun 1974 merupakan awal terbentuknya Satuan Gegana Korps Brimob POLRI. Untuk mengantisipasi terulang kembali dampak peristiwa pembajakan tersebut terhadap keamanan NKRI dan mengingat geografis Indonesia yang berdekatan dengan Australia, maka dibentuklah satuan Gegana dengan tugas pokok sebagai Pasukan Khusus Anti Pembajakan Pesawat Udara (ATBARA). Berdasarkan Surat Keputusan Kadapol Metro Jaya tentang penanggulangan kejahatan pembajakan udara/ laut dan terorisme internasional, Gegana merupakan realisasi fisik dari instruksi Menteri Pertahanan dan Keamanan, Panglima ABRI dan Instruksi Kapolri.

Satuan Gegana terbentuk sejak tahun 1974, tetapi Departemen Pertahanan dan Keamanan baru mengesahkan posisi Satuan Gegana di dalam lingkungan angkatan bersenjata RI secara resmi pada tahun 1976. Meskipun Gegana termasuk komponen pasukan elit di lingkungan POLRI, ia terus membenahi diri. Ketika Jenderal Polisi Drs. Anton Soedjarwo menjadi Kapolri, Gegana merekonstruksi diri dari sebuah kompi Satuan menjadi satu Detasemen. Di bawah pimpinan Letkol Pol. Drs. Soepeno Markas Komando Gegana sempat dipindahkan dari Polda Metro Jaya ke Petamburan III Jakbar dan selanjutnya ke Mabes Polri Jakarta Selatan. Baru pada tahun 1985 terjadi peralihan kedudukan Detasemen Gegana Metro Jaya ke Komapta POLRI atau sekarang yang kita kenal dengan nama Korps Brimob POLRI. Tugas Pokok Satuan Gegana pada masa itu adalah membantu Kadapol VII Metro Jaya dalam tugas operasional Kepolisian, khususnya menanggulangi terorisme internasional yang melakukan pembajakan pesawat udara/ laut, penculikan terhadap Warga Negara Asing dan staf Kedutaan Besar negara asing, serta penyanderaan yang terjadi di wilayah Kodak VII Metro Jaya. Seiring perkembangan zaman, tuntutan tugas Satuan Gegana Kodak VII Metro Jaya meluas hingga mencakup seluruh wilayah NKRI. Berdasarkan Surat Keputusan Kapolri tertanggal 13 Desember 1984 Detasemen Gegana resmi berada dibawah Pusbrimob.

Calon anggota Gegana pada masa itu diambil dari mantan–mantan Pelopor yang telah lulus mengikuti seleksi. Pasukan Anti Pembajakan Pesawat Udara (Gegana) ini mengikuti pendidikan lanjutan selama 4 bulan di Klapadua-Depok, Ciputat dan Pelabuhan Ratu–Sukabumi, kecuali unit Jihandak mengikuti pendidikan di Pusdikif Zeni di Cimahi, Jawa Barat. Setelah selesai mengikuti pendidikan maka anggota tersebut ditempatkan di Markas Komando Petamburan III dengan kekuatan 4 Subden.

Satuan Gegana Komdak VII Metro Jaya beralih kedudukan menjadi Satuan Pelaksana pada Pusat Brigade Mobil Direktorat Samapta POLRI dengan nama baru Detasemen Gegana Pusbrimob Mabes POLRI. Pada tanggal 16 September 1996 Pusbrimob berubah nama kembali menjadi Korps Brimob POLRI, maka Detasemen Gegana Pusbrimob mengalami pemekaran menjadi Resimen II Gegana Korps Brimob POLRI dengan kemampuan dan kualifikasi yang sama tiap – tiap Detasemen jadi tidak ada pengkhususan kemampuan. Kemudian pada tanggal 25 Mei 2001 Resimen II berganti nama menjadi Resimen IV Gegana Korbrimob Polri.

Pada tahun 2002 Resimen IV Gegana diperbesar kekuatannya menjadi Satuan I Gegana. Perubahan waktu dan tuntutan di lapangan menyebabkan strukturisasi Susunan Sat I Gegana berubah lagi dengan keluarnya Peraturan Kapolri Nomor 21 tahun 2010 tanggal 14 September 2010. Satuan I Gegana saat ini mempunyai 5 detasemen yang masing-masingnya mempunyai kemapuan utama yaitu Intelijen, Jibom, Anti Anarkis, KBR, dan Anti-teror.

Sebagai Satuan Khusus, dalam melaksanakan tugasnya, jumlah personel Gegana yang terlibat relatif sedikit, tidak sebanyak jumlah personel Brimob pada umumnya. Dengan kata lain tidak menggunakan ukuran konvensional mulai dari peleton hingga detasemen, oleh karena itu Gegana jarang sekali melakukan tugas dengan melibatkan satu detasemen sekaligus.

Satuan Gegana yang memiliki tugas pokok membantu Kapolri dan seluruh jajaran Kepolisian di daerah seluruh Indonesia dalam rangka tugas operasional kepolisian, khususnya dalam menanggulangi pembajakan, penculikan, ancaman bom, dan Search and Rescue (SAR), dengan berkembangnya situasi keamanan dan ilmu pengetahuan maka dirasakan kurangnya kebutuhan akan tenaga ahli khususnya di bidang penjinakan bom sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka mulai tahun 1990 Gegana Brimob POLRI mulai menerima tenaga-tenaga sarjana yang disaring melalui Pendidikan Perwira Sumber Sarjana ( PPSS ) yang mayoritasnya diambil dari Sarjana Teknik Elektro, Teknik Kimia, Teknik Biologi, Teknik Nuklir, Teknik Komunikasi, Kedokteran dll. Keberadaan tenaga ahli tersebut semakin meningkatkan kemampuan Gegana dalam melaksanakan tugas–tugas Polri yang berkategori berat
Gegana sebagai pasukan inti Polri mempunyai wilayah kerja diseluruh Republik Indonesia. Keanggotaan Gegana tidak terbatas hanya kaum pria saja tetapi juga tenaga-tenaga wanita atau polwan yang terampil dan handal dibutuhkan pula untuk memperkuat barisan Gegana Polri. Mengacu pada hukum HAM internasional, keberadaan polwan pada satuan khusus ini berfungsi dalam penanganan tersangka perempuan, terutama dalam penggeledahan dan interogasi. Beberapa prestasi juga telah diukir Polwan gegana, khususnya dalam olahraga terjun payung tingkat nasional dan internasional.

Nama Gegana berasal dari kata Gheghono merupakan bahasa Sansekerta yang berarti awang–awang, sesuai dengan tugas utamanya pada saat itu sebagai pasukan Anti Pembajakan Pesawat Udara (ATBARA). Pada saat acara peresmian Satuan Gegana, dipamerkan juga pakaian khusus pasukan Gegana yang berwarna hitam. Acara peresmian tersebut dihadiri pula oleh Komandan Pasukan Khusus Anti Teror Jerman. Naasnya, saat dilakukan peragaan ada dua orang anggota Gegana yang kehilangan tangannya akibat ledakan bom.

Awal mulanya lambang Gegana bukanlah burung walet namun “kilat“ yang merupakan lambang “Ranger” namun pada saat Jenderal Polisi (Purn) Almarhum Anton Soedjarwo menjabat sebagai Kepala kepolisian Negara Republik Indonesia maka lambang Gegana diubah menjadi “Alap-alap” yang melambangkan sifat fisik dan mental anggota Gegana yang kuat dan kokoh dalam menghadapi hujan / panas tanpa kenal lelah dalam pelaksanaan tugas dilapangan.

Gegana memiliki moto “Setia, Tabah, Waspada” dan moto pengabdian “Pengabdian yang paling membahagiakan dalam hidup ini ialah apabila kita berbuat sesuatu bagi bangsa dan Negara yang menurut orang lain tidak mungkin mampu kita lakukan” menjadi pedoman setiap anggota Gegana dalam tugas maupun di kehidupan sehari-hari.